Latest Entries »

Seperti tulang yang patah

Dari awal aku sudah tau kalo pada saatnya kami baik lagi, hubungan kami tidak akan mungkin kembali manis seperti dulu. Seperti tulang tangan yang patah. Dia bisa disembuhkan, tapi tidak akan pernah bisa lurus lagi, selamanya akan bengkok. Seperti itulah kita, ma lisa

Pada saat kita sudah memberikan yang terbaik dalam hidup kita tapi ternyata itu belum cukup menurut mereka yang kita sayangi dan hormati, mungkin itulah saatnya kita melepaskan mereka yang kita sayangi dalam hidup kita

Move on!

Eeemmm bukan, ni bukan move on dari si aa, tapi move on dari semua orang yang tidak pernah bisa menghargai perjalan hati untuk mencoba berdamai dengan semua badai yang ada, orang-orang yang kamu sudah do your best but still NEVER ENOUGH for them.

Seperti di tulisan saya sebelumnya yang saya tambahkan quotes: FORGIVENESS IS NOT SOMETHING WE DO FOR OTHER PEOPLE, WE DO IT FOR OURSELVES TO GET WELL AND MOVE ON.

Yup saya move on dari mereka yang selalu tidak percaya saya MENCOBA untuk melakukan yang terbaik. Let me told you ya, orang-orang seperti itu biar dikasi berlian Koh-II-Noor XX sebesar kebo sekalipun akan TEUTEUP menganggap: TEEEEEEETTTTT!!! SORRY YOU NEVER GOOD ENOUGH!! Kalo ada orang yang setelah dianggap not good enough lalu keep trying do their best, oopss sory that’s sooo not me ;)

Banyak hal yang masih harus saya lakukan dan pikirkan daripada saya terus berkutat untuk menjadi yang terbaik di mata orang yang tidak pernah mau tau usaha saya untuk membahagiakan ato sekedar membuat mereka tersenyum. Buat saya itu superb buang-buang energi.

Ini lho saya, dengan setrilyun kekurangan saya yang cuma manusia ini, kalo saya salah saya minta maaf dan berusaha untuk tidak pernah mengulangi lagi. Lalu itu bukan apa-apa buat banyak orang, so i better ignored them lah. Kalo kamu selalu mencari kesalahan dalam diri orang lain, my question is: are you become an angel already?? ;) Coz im not and i am so done with this. So done. This is time when enough are superb enough. Muuuaacchh.

Life is too short to wake up in the morning with regrets. So, love people who treat you right and forget about the one’s who don’t.

Niat baik tidak selalu & selamanya diterima dengan baik oleh semua orang, bahkan untuk permintaan maaf. Kalo salah sama yang lebih tua ya minta maaf, cium tangannya. Tapi kalo itu dirasa tetap tidak cukup?? “Cwe, ikhlaskan semua, when u was do ur best let God do the rest, cwe ;) ” itu kata my darlink sister, mba nisa, mengomentari kekecewaan saya barusan ini.

Saya kalo sudah merasa telah melakukan suatu kesalahan, lalu saya datang untuk meminta maaf meskipun itu tidak terucap: “minta maaf ya”, tapi paling tidak saya sudah mau datang dan mencium tangannya, itu menurut saya sudah yang terbaik tapi ternyata itu semua TEUTEUP dirasa tidak cukup, lha itu artinya sonoh yang niat banget bermasalah sama saya. Mungkin bener apa kata orang: age just a number, umur hanya angka yang memang kadang sangat jarang berbanding lurus dengan tingkat kedewasaan seseorang dan kelegowoan hati untuk mau menerima semua, SEMUA. Apalagi yang di lakukan oleh sodaranya sendiri. Mungkin memang benar kalo “Jarak adalah obat terbaik untuk menyembuhkan luka”

Saya sangat kecewa dan sakit hati karena usaha saya untuk menyambung tali silaturahmi itu dianggap TIDAK CUKUP, NOT ENOUGH. Padahal saya sudah membuang semua ego dan harga diri saya.

Lalu monseur Mario Teguh bilang:

“Apakah ada orang-orang yang anda kenal, sahabat, anggota keluarga yang selalu menganggap anda salah, selalu menganggap usaha anda tidak pernah cukup, selalu merendahkan diri anda?? Memang ada orang-orang yang merusak kedamaian dan melemahkan kita. Maka terhadap mereka, JAGALAH JARAK. Ada orang-orang yang lebih baik disayangi dari jauh”

 Well praying for those who love you, that’s sincerity but praying for those who hurt and hate you, that’s maturity because disappointments are just God’s way of saying: “I’ve got something better, Be patient, live life, have faith.

So love me or hate me, both are in my favor. If you love me, I’ll always be in your heart. If you hate me, I’ll always be in your mind. Muuaachh ;)

Allah mengerti hatimu lebih dr yg kau ketahui, Dia menjangkau pikiranmu lebih dr yg kau bayangkan, dan Dia merancang kebahagiaanmu lebih dr rancanganmu, jadi kerjakanlah bagianmu dgn tekun & tetaplah setia kepadaNya, krn rencana Allah bagi hidupmu akan selalu indah pada waktunya, maka tanamkanlah kesabaran dalam dirimu…

Dua kali saya meniti jalan untuk menuju pernikahan, dan dua kali itu pula langkah saya terhenti karena penikahan seharusnya di jalani oleh dua orang, sedangkan saya sekarang berdiri sendiri di tengah badai hati. Dulu saya anggap kalo saya dikutuk dan sekarang saya anggap saya sangat bodoh plus idiot kalo saya sampai merasa saya dikutuk cuma coz saya gagal menikah saya laki-laki yang saya sayangi. Sejak Allah SWT meniupkan ruh ke raga kita pada saat kita masih dalam kandungan bunda, saat itulah siapa jodoh kita, berapa lama kita hidup di bumi ini, dan seberapa besar rezeki yg pantas kita dapatkan sudah ditentukan. Tentu saja semua itu ada kemungkinan berubah dengan pengajuan doa yang sungguh luar biasa, tapi kembali lagi kalo itu semua adalah hak prerogative mutlak Allah SWT.

Dulu saya pasti tenggelam dalam kesedihan luar biasa bila semua rencana pernikahan yang sudah di depan mata, tiba-tiba kolaps, runtuh tepat dihadapan, melihat dengan mata kepala sendiri bahwa semua harap dan mimpi gugur satu demi satu lalu harus memilih apa yang harus di rasakan. Sekarang yang paling ajaib dan saya sendiri tidak pernah bisa menemukan jawab “kenapa bisa?” adalah saya tidak bisa merasakan apapun, mungkin kosong, mungkin hampa, tapi saya tidak menangis, tidak merasa hancur dan sangat gagal dalam usaha saya untuk larut dalam kesedihan.

Dulu bila sampai berpisah, saya akan menganggap itu adalah akhir dunia saya, tapi lucunya besoknya setelah saya merasa begitu, saya masih tetap hidup dengan baik seperti biasa. Sekarang perpisahan ini bisa berarti dua hal: 1. Kami dipisahkan untuk disatukan lagi nantinya ato malah, 2. Dipisahkan untuk tidak pernah lagi dipertemukan sampai habis umur kami. Dan sekarang saya bisa menerima 2 kemungkinan itu sekaligus. Mungkin karena saya berserah penuh semua kepada Allah Yang Maha Tau bagaimana saya 5, 10 bahkan 70 tahun yang akan datang. Karena pernikahan bukan tentang foto-foto pre wedding, kebaya model apa yang akan dipakai, warna apa yang akan memenuhi nuansa resepsi, makanan dari catering mana, berapa budget cadangan yang harus disiapkan untuk pengeluaran tak terduga, bukan dimana mau honeymoon, tapi dimana akan menetap setelah honeymoon, bekerja ato menjadi ibu rumah tangga penuh untuk bisa berbakti sama suami dan merawat anak-anak, dan bagaimana kita menghabisakan seluruh, ya SELURUH sisa umur kita bersama pasangan kita dengan kasih, sabar, pengorbanan dan ikhlas bukan dengan ego dan emosi.

Sekarang setelah saya memutuskan untuk berjilbab, menjalani hubungan dengan aa tiba-tiba menjadi ketakutan saya tersendiri karena si aa yang kurang bisa menerima kalo saya pada akhirnya berjilbab, sementara saya berjilbab ato tidak itu sepenuhnya hanya karena Allah SWT semata, bukan karena paksaan dari siapapun. Sekarang setelah tau status si aa yang sudah pernah menikah, yang justru sama sekali tidak bisa diterima oleh mama saya (meskipun saya tidak pernah peduli dengan status penikahan orang yang akan menikah dengan saya nantinya. Mau duda ato single, cuma Allah SWT yang paling tau siapa yang terbaik untuk saya)…..yaa jalan menuju pernikahan mungkin harus terhenti disini, entah sementara ato untuk selamanya. Bisa semua ini adalah jalan untuk lebih mendewasakan saya dan aa, karena kedewasaan tidak pernah berbanding lurus dengan angka yang dimaksudkan menunjukkan umur kita, mungkin supaya kami lebih bisa menerima semua kekurangan pasangan kita untuk melengkapi diri kita yang tidak pernah sempurna ini ato justru semua ini untuk menyiapkan saya untuk cinta baru yang lebih baik lagi entah dari siapapun orangnya nanti. Wa’allahualam.

Benarkah??

Perempuan itu hampir tersedak makan siangnya sendiri saat melihat seorang wanita yang sudah cukup sepuh dengan pandangan garang berdiri di samping laki-laki muda yang sangat rupawan di dekat pintu keluar lobi kantornya.

Tapi pandangan garang itu melunak saat pandangan wanita paruh baya itu bertemu mata dengan wanita muda yang masih terpaku di kursi kantin kantor itu.

Wanita paruh baya itu berjalan mendekati wanita muda itu sendirian sambil membawa sebuah koran yang di gulung dalam genggaman tangan kanannya. Laki-laki rupawan itu masih terpaku di tempat asal dia berdiri.

Untuk wanita muda yang baru mau memakan makan siangnya, dunia seakan berhenti, nafasnya tercekat, tak sepatah katapun bisa dia ucapkan bahkan untuk berdiri sekedar memberi hormat dan sungkem kepada wanita paruh baya dan laki-laki rupawan itupun dia tak mampu. Kekuatan lututnya yang biasa menopang tubuhnya seolah menghilang untuk sementara waktu.

Wanita paruh baya itu tidak duduk dihadapannya sesampainya di dekat meja wanita muda itu, lalu dia membentangkan koran yang dari tadi diremasnya erat di tangan kanannya itu, dia lalu menunjuk tepat di headline berita yang sedang hangat dibicarakan.

Tidak ada dialog apapun antara mereka berdua. Setelah itu wanita paruh baya itu meninggalkan wanita muda itu yang masih duduk terpaku, menghampiri laki-laki rupawan itu lalu mereka pergi begitu saja.

Pelan-pelan wanita muda itu mengambil koran itu dan membaca headlinenya dan dia langsung tercekat: Benarkah Kanjeng Gusti Menikah Lagi??

Sore itu dengan lelaki rupawan

Laki-laki rupawan itu duduk di sudut kafe ternama, banyak yang  mencuri pandang padanya. High profile sebagai calon putra mahkota kanjeng adipati sekaligus cucu founding father bangsa ini akan selalu membuatnya menjadi pusat perhatian.

Wajahnya tambah mendung dan kusut, dia menunggu jawaban seorang wanita yang lebih tua 5 tahun dari usianya dan wanita itu baru saja memasukki ruang kafe lalu memberi hormat dan duduk berseberangan.

“Maaf membuat Ndoro menunggu”, yang di sapa masih tampak kusut tapi tetap tenang “sudah berapa lama mbakyu kenal kanjeng ayah?”. Sang pangeran sudah tak sabar menunggu jawaban rupanya, dengan tersenyum “baru 2 bulan ini, ndoro”. “Ketemu dimana?? Kok bisa?? Mbakyu tau kalo itu ayah saya?”. Senyum lagi “injih ndoro, saya tau kalo beliau adalah Kanjeng Gusti. Kami bertemu saat saya harus mengikuti pelatihan yang diadakan perusahaan tempat saya bekerja. Itu untuk pertama kali saya mengunjugi karisedanan, ndoro. Kami bertemu saat saya makan siang sendiri di salah satu rumah makan yang jual soto yang terkenal itu ndoro. Kanjeng gusti sendiri yang mendatangi saya. Semua di mulai dari situ, ndoro”. “Mbakyu tau kalo itu kanjeng gusti ayah dari mana?” seludiknya terus, perempuan itu semakin tersenyum “ngapunten ndoro, saya memang bukan orang dalam istana manapun, juga bukan lulusan universitas luar negeri. Tapi bukan berarti saya tidak tau apa-apa dan siapa-siapa, ndoro. Beliau menjadi sangat familiar dengan media karena beliau adalah ayahanda ndoro”.

Menarik nafas panjang, menyesap capucino panasnya ” saya gak tau mbakyu sukanya apa, jadi saya pesankan semua kue ini”. Memberi hormat yang layaknya diberikan untuk kalangan istana jawa “saya sungguh merepotkan ndoro, terima kasih banyak”. Sang pangeran terus memperhatikan wanita yang selalu menunduk saat bicara dengannya itu “Memang kalo diperhatikan dari cara mbakyu bicara, mbakyu bukan orang sembarangan tapi mbakyu jelas bukan orang jawa. Saya rasa itulah yang membuat ayah saya……..” ada hening yang tidak nyaman tapi tetap berusaha memaklumi “membuat ayah saya jatuh cinta sama mbakyu. Kanjeng ayah jadi seperti abg sekarang, meskipun berusaha mati-matian di sembunyikan, tapi jatuh cinta itu rasa yang tidak akan mungkin bisa di sembunyikan begitu saja meskipun oleh kanjeng ayah yang sudah memimpun karisedenan selama 20 tahun lebih”. Wanita itu selalu tersenyum setiap kali mendengar apa yang dikatakan sang pangeran “saya bukan dari kalangan darah biru dan benar seperti yang ndoro bilang, saya bukan orang jawa. Kalo kanjeng gusti merasa nyaman dengan saya itu mungkin karena saya minta beliau untuk ‘melepaskan’ keadipatian beliau saat bersama saya, saya minta beliau menjadi diri sendiri”.

“Saya menemui mbakyu bukan untuk menentang hubungan mbakyu sama ayah saya. Ayah saya memiliki watak yang sulit untuk disenangkan. Meskipun ada ndoro ibu tapi saya sebagai laki-laki mengerti kalo ayah mencari kesenangan diri sendiri diluar keraton. Yang saya khawatirkan adalah motivasi mbakyu menjalin hubungan dengan ayah saya”.

Akhirnya perempuan itu mengangkat wajahnya dan menatap langsung mata sang pangeran, membuat pangeran langsung tercekat dengan mata coklat bening wanita itu. Dengan suara yang tetap tenang tapi tegas wanita itu menjawab “ngapunten ndoro, tidak ada yang perlu ndoro khawatirkan dari hubungan saya dengan kanjeng gusti karena saya tidak memerlukan gelar kebangsawanan. Jangan khawatir juga bila nanti saya benar-benar jadi garwo kanjeng gusti itu semua karena saya mencintai, menghormati dan menghargai kanjeng gusti sebagai suami saya. Ndoro tau kalo saya sudah 2 tahun ini menjanda, saya menjalani pernikahan yang sangat buruk dan merendahkan saya sebagai wanita dan kanjeng gusti benar-benar menyembuhkan saya dari luka itu, ndoro. Saya mengabdikan hidup saya untuk laki-laki yang memperlakukan saya dengan penuh rasa hormat. Bila ternyata dengan pengabdian itu kanjeng gusti menghadiahkan kepada saya hadiah-hadiah yang sangat mahal, cuma Allah SWT yang tau kalo saya tidak pernah meminta sesen pun, ndoro. Saya wanita yang memiliki pekerjaan baik-baik, saya bisa menghidupi diri saya sendiri, ndoro. Saya mencintai kanjeng gusti selalu dan selamanya dengan tulus, ndoro”.

Branded

Apa yang kamu rasakan pada saat kamu jalan-jalan di mall dengan membawa-bawa tas tangan seharga 300juta?? Bangga?? Jadi lebih pede?? Kalo saya kok malah ketakutan sendiri. Secara saya orangnya selebor, bisa saya saya sambil minum trus tas 300juta itu ketumpahan air minum saya, pasti saya jadi pusat perhatian. Bukan, bukan karena saya pakai tas 300juta tapi karena saya berubah menjadi manusia selang air yang langsung menangis air mancur ala chibi maruko chan ditengah-tengah mall.

Lalu bagaimana kalo sampai kamu pakai sandal teplek yang ada iconnya koko syanel seharga 6juta yang kamu klaim beli di singapura itu?? Kamu jadi lebih yakin melangkah?? Seyakin waktu kamu memutuskan sesuatu pada saat mengambil keputusan-keputusan tersulit dalam hidupmu?? Kalo saya pake sandal teplek semahal itu saya pasti sudah lari tunggang-langgang karena dikejar mama saya pakai sapu lidi karena menghabiskan uang belanja setahun cuma buat beli sandal teplek yang di pasar besar Malang harganya tidak sampai 25ribu rupiah sajaahh!!

Indonesia dari dulu terkenal sebagai salah satu bangsa immitate ya paling handal alias paling pinter bikin barang tiruan persis seperti aslinya. Itu sebelum digusur Chinna siiihh. Buat yang tinggal di Jakarti pasti sudah awam dengan pertokoan Mangga Dua dimana ratusan, ribuan bahkan jutaan barang imitasi dijual disana dengan harga 90% jauh lebih murah dari aslinya, itupun masih bisa ditawar. Masa tas pesta elpih merah-emas dengan aksen rantai harga nya 350ribu rupiah?! Itu pun bisa saya dapatkan dengan harga 150ribu rupiah! *senyum bangga*. Kalo yang aslinya dibutik resmi elpih untuk tas kecil itu harga yang dibandrol 25 juta, anda boleh pingsan sekarang. Ato kamu harus selalu mengenakan busana rancangan perancang Eropa yang terkenal mahalnya naudzubillah itu, yang buatan perancan roberto kapali yang blousenya saja seharga 7juta rupiah??

Ada lagi seorang ibu muda cantik yang saya liat di tipi kelir yang sangat bangga bisa beli cincin imitasi dengan hiasan batu besar, persis seperti batu kali, yang dia beli di Dubai seharga 3juta rupiah. Dipasar Jati Bening cincin imitasi paling mahal 35ribu, apalagi dengan hiasan batu segede gambreng itu lumayan buat nonjok preman pasar.

Apakah dengan semua branded itu kamu jadi merasa pede?? Ato kalo kalo tidak pakai satupun item branded kamu tidak mau keluar rumah?? Kasiannya kamu yang sangat bergantung dengan semua yang kamu kenakan bukannya dengan pribadi dan intelegensi yang kamu miliki.

Lha kalo kamu jalan-jalan mall sambil petentang-petenteng tas tangan 300juta, kamu bakal jadi centre of the world? He eh…centre of the world copet n maling.

Orang lain gak mau tau kamu punya tas seharg 300juta rupiah, orang juga gak tanya. Apalagi kayak saya yang punya tampang ‘mahal’ ini. Saya pakai tas seharga 50ribu, pasti gak ada yang percaya, mereka pasti bilang kalo saya pakai tas seharga 5juta *dirajam massa*. Saya menceritakan barang apa seharga berapa yang bisa dibeli dimana itu menunjukkan kalo kita tidak perlu sampai jauh-jauh keluar negeri untuk membeli semua barang-barang branded itu. Ditambah lagi sudah banyak sekali beredar imitasinya dengan harga yg 90% dibawah harga asli, namanyanya imitasi aspal, asli tapi palsu yang bisa didapatkan bahkan dipasar tradisional sekalipun. Harga diri dan exsistensi kamu gak akan pernah runtuh cuma karena kamu pakai barang branded aspal. Kamu dengan semua kebaikkan dan kepandaianmu tidak mungkin bisa dipengaruhi dengan apa yang kamu kenakan.

Clothes do not makes a man.

 

Kasian ya

Hari ini tadi saya ikut kelas aerobik lagi setelah puasaan kemarin ‘libur’ full. Di kelas tadi ada 2 perempuan yang menurut saya cantik dan tajir. Honestly saya respect sama mereka. Tapi kenapa sepanjang kelas aerobik yang berlangsung 1,5 jam itu mereka berdua yang berdiri di belakang saya menunjuk-nunjuk saya lalu tertawa cekikikkan?? Apakah mereka ngatain saya hal-hal yang tidak baik karena saya sangat jauh tidak secantik mereka dan tidak setajir mereka?? Well, kalo iya, kasian coz mereka perlu orang-orang yang imoed n pas-pasan seperti saya untuk buat mereka bisa merasa kalo mereka hebat. Hebat ato tidaknya kita kan bukan kita yg menilai. *kedip imoed*

Ada lagi satu perempuan cantik di pulau jauh sana yang sepertinya suka sekali ‘gandolin’ pasangan punya perempuan lain.

Salah satu fasilitas di fesbuk adalah photo tagging alias menandai satu buah foto ke profil lain. Kita memang gak pernah tau motif dari seseorang yang hobi foto-foto lalu menandai kita ato orang-orang tertentu dalam hidupnya ke dalam foto-fotonya itu tapi kita ato beberapa orang yang di tandai itu tidak ada dalam foto tersebut.

Sepertinya fun ya, tapi apakah tau kalo si yang ditandai itu sudah punya pasangan yang sah?? Terfikirkah kalo menanda-nandai foto-foto ada yang merasa jengah, tidak nyaman, bahkan sakit hati??

Kan sudah besar, sudah dewasa masa hal seperti itu masih harus di kasih tau??

Eiittss jangan salah. Coz ada beberapa orang yang TIDAK PEDULI sama perasaan orang lain. Yang mereka pedulikan adalah mereka fun, senang sama tindakan mereka dan membuat hati mereka bahagia malah. Sangat banyak orang-orang seperti itu di sekeliling kita.

Kadang kita sampe “ngelus dada” kok ya tega, mereka sendiri kalo sampe disakiti gimana??

Sayangnya dunia ini bukan kita yang punya, bumi berputar di porosnya juga bukan kita yang minta. Ada kekuatan superb powerfull yang mengendalikan itu semua. Pada saat kita di hadapkan sama satu masalah, DIA minta kita untuk memilih jalan yang sakit tapi senang pada akhirnya ato senang tapi sakit diujung sana.

Lalu gimana halnya sama hal-hal yang di luar kuasa kita?? Mungkin yang paling bijak kembalikan semua ke DIA, Sang Maha Kuasa.

Batu besar

Saya lagi semangat-semangatnya cerita ke si aa kalo ada kakak yang baru saja nginep di hotel saya setelah melakukan satu ‘usaha’ untuk bisa hamil.

Saya: a, si kakak ntu nginep di hotel habis trip ke Gresik. Katanya di Gresik ada batu besaaaaaar banget yang kalo di dudukki sama perempuan yang pingin hamil tapi belum bisa-bisa hamil, dia bisa hamil cuma dengan duduk sekian menit di batu itu.

Aa: *tampang cuek gemezin sambil merokok* trus habis di dudukki, batu besarnya di bawa pulang ke jakarta??

Saya: heee ngapain bawa-bawa batu besang segala ke jakarta,a??

Aa: lhaah kan biar bisa di dudukki setiap hari thoo…

Saya: *tepok jidat.nyesel crita ke aa* hajuuuuhh aa niii…

Aa: lagian pingin cepet hamil yaa minta sama Allah SWT tho yaaa.. Kalo kayak gitu biar naik haji seminggu sekali juga percuma kalo mintanya ke selain Allah SWT kan.

Saya: *nunduk imoed* ya aa kuu…

Sekian.

Orang yang…

 

Orang yang dibesarkan dalam lingkungan yang cukup ato malah cenderung kurang secara financial pada saat tumbuh dewasa karena pernikaan dengan orang yang lebih kaya ato karena pekerjaan yang membantunya memiliki akses yang baik dengan uang yang berlebih, maka orang itu akan berusaha untuk memenuhi semua yang diinginkannya yang pasti dengan kwalitas jauh lebih tinggi dari yang sebenarnya dia perlukan.

Contoh sekarang adalah waktu makan siang, sebenarnya dengan sepiring nasi+lauk dan minum seharga 10ribu rupiah pun sudah lebih dari cukup untuknya. Tapi karena SAAT ITU dia punya uang banyak, maka dia memilih sushi yang seporsinya seharga 60ribu rupiah, belum termasuk minum dan malah dipesan 2 porsi sushi fushion roll yang berbeda dengan harga tidak jauh berbeda dengan yang pertama. Akhirnya dia harus mengeluarkan uang 150ribu rupiah hanya untuk satu kali makan siang. Sangat tidak pelu kan.

Well ada yang bilang memang kalo sekali-sekali kamu harus menikmati hidupmu, apalagi saat uangmu sedang melimpah.

Ya kalo lagi berduit mah sah-sah aja, duit-duitmu sendiri kok. Tapi pada saat ekonomi pribadimu sedang tidak baik tapi tetap memaksakan makan siang seharga 150ribu rupiah, kata mama saya: “KOK YAAA GAK TAU DIRI”.

Kita semua memang dibesarkan dalam lingkungan dan cara yang pasti tidak sama satu sama lain. Saya sejak bayi besar di hotel milik kakek saya yang sampai hari ini hotel itu masih menjadi milik keluarga mama saya. Saya di besarkan untuk selalu mengenali dengan baik kondisi diri saya sendiri. Punya hotel bukan berarti bisa dapatkan semua yang saya mau. Saya sangat bersyukur dibesarkan dengan cara seperti itu. Apalagi sejak papa memutuskan untuk tidak bergantung dengan keluarga besar mama dan memutuskan jadi supir taxi argo saya jadi terbiasa kemana-mana naik angkot bukannya selalu naik-turun mobil ber AC dan pakai supir pribadi. Alhamdulillah bukan. Mama mengajarkan kalo saya harus tau diri jadi orang, seperti cerita yang saya ceritakan diatas, ada beberapa orang yang kebetulan adalah perempuan semua memilih bersikap ‘tidak tau diri’.

Kenapa sampai dapat julukan seperti itu karena dia berasal dari keluarga yang cukup ato malah cukup kekurangan pada saat dewasa menikah dengan lakil-laki kaya ato bisa mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang cukup tinggi maka mereka akan berusaha untuk selalu memenuhi semua yang dia mau, kadang keinginannya itu jauh lebih lebay jijay dari mereka yang memang hidup berkecukupan dari kecil. Seringnya dia tidak mau tau kalo sebenarnya dia sedang tidak banyak uang, maka yang terjadi akhirnya utang sana-sini demi memenuhi semua ingginya itu. Kata aa saya dia mencoba untuk lupa kalo dulu dia kekurangan, tapi kata saya justru dia tidak pernah bisa lupa kalo dia dulu cukup kekurangan. Makanya sampai gak tau diri gitu.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.